Desa Wisata Kelas Dunia

Desa Wisata Kelas Dunia

Pengunjung desa wisata dibikin penasaran video yang diunggah Ganjar di YouTube, Instagram dan TikTok.

Desa Wisata Kelas Dunia

Suatu hari awal April 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memilih menginap di rumah warga di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Padahal, ia sudah dijadwalkan menginap di hotel berbintang di ibukota kabupaten. Ternyata, Sandi jatuh hati pada suasana desa itu. Eksotis, katanya.

Terhampar di lereng Gunung Sumbing, Dusun Butuh dijuluki ‘Nepal van Java’. Itu lantaran perumahan warga yang terlihat bertumpuk seperti perumahan khas Nepal. Saat bangun pagi, Sandi terkagum-kagum melihat pemandangan alam dengan suasana matahari terbit.

“Saya tidak menyesal menginap di sini karena pemandangan, sunrise-nya betul-betul luar biasa,” kata Sandiaga seperti dilaporkan Kompas.com, 3 April 2021.

Di lain waktu, Sandi menyebut Nepal van Java sebagai salah satu dari enam desa wisata kelas dunia di Indonesia, bersama Desa Karangrejo yang juga berada di Magelang. Empat lainnya adalah Desa Penglipuran dan Jati Luwih di Bali, Desa Osing Kemiren di Banyuwangi Jawa Timur, dan Desa Batulayang di Bogor, Jawa Barat.

Beberapa bulan berselang, pada Oktober 2021, Sandi berkunjung ke Desa Wisata Cikakak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Cikakak adalah desa wisata yang mendapat penghargaan Desa Wisata Terbaik Provinsi Jawa Tengah 2021.

Sandi melihat Cikakak punya potensi besar untuk lebih berkembang. Salah satunya adalah keberadaan Masjid Saka Tunggal di des aitu yang konon dibangun pada tahun 1288. Jika itu benar, berarti lebih tua dari Masjid Demak. Karena itu, berpotensi menjadi destinasi wisata religi.

Desa Wisata

“Keberpihakan kita dengan program andalan desa wisata untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan transformasi Desa Wisata Cikakak menjadi destinasi berkelas nasional, internasional, mungkin juga destinasi berkelas dunia,” kata Sandi.

Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo memang sedang giat-giatnya menggalakkan desa wisata.

Berbeda dari lokasi wisata biasa, desa wisata mengandalkan keunikan yang suatu desa miliki. Bisa dari sisi pemandangan alamnya, kuliner khas setempat, atraksi seni budaya, kerajinan tangan, dan keramahan penduduknya.

Buku Pedoman Desa Wisata terbitan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia pada Juni 2021, mencatat terdapat 7.275 desa wisata di Indonesia. Dari jumlah itu, 761 desa wisata berada di Jawa Tengah. Angka ini meningkat dari hanya 147 desa pada 2016.

Ganjar memang tak main-main dalam menggenjot potensi desa wisata. Pada 11 Februari 2019, Ganjar menandatangani Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, sejak 2020, setiap desa wisata mendapat bantuan berkisar antara Rp100 juta hingga Rp1 miliar per desa, tergantung tipenya.

Sedangkan pada 2022, mengalokasikan Rp18,5 miliar untuk 131 desa (anggaran Rp2 miliar untuk dua desa wisata dengan kategori maju, Rp4,5 miliar bagi 9 desa wisata berkembang, serta Rp12 miliar untuk 120 desa wisata rintisan).

Keberpihakan Ganjar kepada desa wisata itu berbuah penghargaan. Tahun ini, Desa Bugisan di Klaten dan Desa Sembungan di Wonosobo mendapat Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Ganjar sendiri kerap mempromosikan desa-desa yang menyimpan potensi yang belum tergarap maksimal.

Pada Agustus 2020, misalnya, ketika berkunjung ke sebuah dusun terisolir di lereng Gunung Merapi, Ganjar bertekad menjadikannya sebagai tujuan wisata baru.

Maklum, tempat itu menawarkan daya tarik suasana pengunungan yang sejuk dan asri.

Terbentang di ketinggian 1.158 meter di atas permukaan laut (mdpl), Dusun bernama Girpasang di Desa Tegalmulyo itu adalah dusun terluar sekaligus tertinggi di Klaten. Saat berkunjung ke sana, Ganjar dan rombongan harus menuruni 1.001 anak tangga.  

Butuh waktu sekitar 35 menit untuk tiba di rumah penduduk. Untuk mengangkut barang, warga di sana memanfaatkan kotak kayu yang tergantung pada tali kabel yang menghubungkan dua perbukitan.

Janji Ganjar Membangun Jembatan

Melihat kondisi itu, Ganjar berjanji menghubungi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljuno, meminta agar membangun jembatan untuk memudahkan akses jalan bagi masyarakat.

Meskipun dusun itu hanya  berpenghuni 12 keluarga, bagi Ganjar mereka adalah warganya yang berhak mendapatkan akses jalan yang layak.

Ketika Ganjar datang lagi ke sana pada awal Juni 2022,  sebuah jembatan gantung telah rampung.

Tak hanya jembatan. Kini, sebuah kereta gantung atau gondola untuk mengangkut orang juga telah siap di sana.  

Yang menggembirakan, seperti harapan Ganjar dua tahun lalu, Girpasang kini telah menjelma menjadi salah satu desa wisata. Setiap pekan, tak kurang seribuan wisatawan lokal berkunjung ke sana.

Mereka rata-rata berkunjung ke sana setelah melihat video yang tersebar di YouTube, Instagram dan TikTok milik Ganjar.

Ekonomi Warga Meningkat

Walhasil, perekonomian warga meningkat. Setiap bulannya, pendapatan dari kereta gantung mencapai Rp75 juta. Untuk naik gondola yang  memuat empat orang sekali jalan, terkena biaya Rp15 ribu per orang.

“Sejak Pak Ganjar berkunjung ke sini, wisatawan langsung membludak. Itu berkat kunjungan Pak Ganjar. Kami berharap Pak Ganjar bisa datang lagi ke sini untuk melihat hasil kerja beliau,” kata Subur, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Tegalmulyo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dalam sebuah video yang beredar di media sosial awal Maret 2022.

“Saya tahu Girpasang ini dari media sosialnya Pak Ganjar. Terus tertarik pengen ke sini, gitu,”  tambah seorang emak-emak muda di video yang sama.

Upaya Ganjar membenahi sektor pariwisata di Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pada Agustus 2021, Ganjar mendapat penghargaan Trisakti Tourism Award 2021. Sekretaris PDIP Hasto Kristiyanto menyerahkannya penghargaan.

menilai Ganjar telah bekerja luar biasa untuk menggerakkan pariwisata di daerahnya lewat dua destinasi wisata andalan yakni Karimunjawa dan Taman Nasional Merapi – Merbabu.

Mendapat penghargaan itu, Ganjar mengatakan pihaknya memang sedang menggenjot desa wisata di Jawa Tengah. Menurutnya, banyak desa wisata di Jawa Tengah yang telah tumbuh dan menjadi percontohan nasional. Karena itu, dia menyampaikan apresiasi kepada para pelaku desa wisata.

Ganjar berharap, penghargaan itu dapat memacu semangat pelaku priwisata Jateng, khususnya di desa-desa untuk terus berkreasi dan berinovasi.

Artikel ini pernah dimuat di : GanjarPranowo.com

Desa Wisata Kelas Dunia

FORBHIN; Desain website oleh Cahaya Hanjuang